Bursa Saham Asia: Pangkas Kenaikan Sebelumnya Karena Harapan Vaksin Memudar, Saham Futures AS Merosot

  • Ekuitas Asia melemah di tengah tantangan baru terhadap risiko, suramnya data Tiongkok.
  • Sanksi Amerika terhadap diplomat Tiongkok, perang dagang UE-AS juga memperburuk sentimen perdagangan.

Meski tetap positif hari ini, saham Asia surut menjelang sesi Eropa Selasa. Menggambarkan hal yang sama, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang mencatat penurunan intraday 0,05% sedangkan Nikkei 225 Jepang melemah ke 24.925, turun 0,35% harian, versus tren naik sebelumnya di atas 25.000.

Harapan vaksin virus corona (COVID-19), terutama yang dipicu melalui klaim Pfizer-BioNTech, mendapat dukungan tambahan dari Pejabat Kesehatan AS Dr. Anthony Fauci saat menyampaikan harapan bahwa penelitian Moderna dapat menjangkau pencapaian Pfizer. Meskipun, penghentian uji coba vaksin Tiongkok untuk Sinovac karena kematian pada studi yang sedang diteliti, meskipun temuan awal menunjukkan tidak ada yang berkaitan dengan uji coba vaksin, menantang optimisme pasar.

Juga membebani risiko bisa jadi adalah sanksi AS terhadap empat diplomat Tiongkok sehubungan dengan tindakan keras RUU Keamanan Hong Kong. Lebih jauh, sanksi Eropa pada barang-barang AS senilai $4 miliar serta dorongan terakhir Presiden Donald Trump untuk mempertahankan Senat di bawah kendali Republik memberikan beban tambahan pada sentimen perdagangan.

Perlu juga dicatat bahwa data inflasi Oktober yang suram dari Tiongkok di samping angka mixed Jepang untuk Neraca Transaksi Berjalan dan Neraca Perdagangan akan membingungkan pasar bulls.

Meskipun demikian, ASX 200 Australia mempertahankan kenaikan 0,60% intraday, berbeda dengan NZX 50 Selandia Baru yang mengalami penurunan 0,60%. Saham di Tiongkok dan Korea Selatan diperdagangkan mixed sedangkan bursa India dan Indonesia berkedip hijau pada saat penulisan. Selanjutnya, S&P 500 Futures menandai penurunan 0,60% sementara goyah pada saat penulisan.

Selanjutnya, kurangnya data/acara besar akan membuat pedagang mengamati katalis risiko. Diantaranya, harapan vaksin, berita perang dagang bisa mendapatkan cukup perhatian.

WTI Uji Support SMA 55-Hari Di Tengah Persistennya Kekhawatiran Permintaan

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merasakan tarikan gravitasi selama jam-jam perdagangan Asia Selasa ini, karena investor menilai prospek pe
Đọc thêm Previous

Kontrak Berjangka Bijih Besi Meraih Tertinggi Dua Bulan Di Tiongkok, Mungkin Menarik Penawaran Beli AUD

Kontrak berjangka bijih besi yang terdaftar di Dalian Commodity Exchange yang berbasis di Tiongkok mencapai tertinggi dua bulan pada hari Selasa, memp
Đọc thêm Next