Emas - Harga Minyak Yang Lebih Tinggi Anugrah Atau Kutukan?

FXStreet - Minyak Brent mencapai $70 per barel untuk pertama kalinya sejak Desember 2014. Apakah akan berdampak positif pada emas?

Menurut aturan buku teks, reli harga minyak mendorong ekspektasi inflasi, sehingga menyebabkan permintaan emas lebih tinggi (lindung nilai inflasi).

Namun, kenaikan tajam minyak juga bisa memaksa bank-bank sentral mempercepat laju pengetatan kebijakan. Bank sentral dengan NIRP (negative interest policy/kebijakan bunga negatif) seperti ECB dan BoJ berisiko tertinggal di belakang kurva dan karenanya dapat memberikan tekanan kuat lebih cepat dari pada nanti.

Hal tersebut dapat merusak logam safe-haven nol-yielding. Juga, reli minyak biasanya menjaga agar aset-aset berisiko (ekuitas) tetap dalam penawaran beli, sehingga membuat investor menjauh dari emas.

Minyak dan emas telah reli tajam sejak pertengahan Desember. Saat penulisan, emas (XAU/USD) diperdagangkan di level-level $1325 dan minyak Brent melayang di level-level $69. Prospek emas bergantung pada bagaimana bank-bank sentral utama bereaksi terhadap meningkatnya ekspektasi inflasi karena kenaikan harga minyak.

Level-Level Teknis Emas

Pergerakan di atas $1327,78 (tertinggi 10 Januari) akan membuka sisi atas menuju $1337,34 (tertinggi November 2016) dan $1357,55 (tertinggi 2017). Untuk sisi bawah, penembusan support di $1322 (terendah sesi) akan mengekspos $1318,60 (MA 10-hari) dan $1315,60 (MA 200-jam).

Ekspor (Tahunan) Cina Desember Keluar Sebesar 10.9% Mengungguli Harapan 9.1%

Ekspor (Tahunan) Cina Desember Keluar Sebesar 10.9% Mengungguli Harapan 9.1%
Mehr darüber lesen Previous

Neraca Perdagangan Cina Desember Keluar Sebesar $54.69B Mengalahkan Prakiraan $37B

Neraca Perdagangan Cina Desember Keluar Sebesar $54.69B Mengalahkan Prakiraan $37B
Mehr darüber lesen Next